Kisah Cinta Terlarang Istri Tak Perawan (Wajib Baca)

Kisah Cinta Terlarang Istri Tak Perawan ini dikemas sebagai bahan pertimbangan bagi kaum wanita agar tidak mudah memberikan kegadisan atau perawanannya kepada pasangannya ketika di masa pacaran. Pasalnya, wanita yang ketahuan tidak perawan saat malam pertama, tentu awalnya menjadi masalah pribadi bagi wanita tersebut, namun akan berakhir pada masalah sosial. Masalah sosial terjadi, bila semua remaja sudah menilai perawan tidak penting. Nah, ini akan menjadimasalah kita bersama.

Istri tidak perawan, selalu menjadi beban pertanyaan setiap kaum pria yang hendak melangsungkan pernikahan. Namun, bila pria itu sudah tahu bahwa calon istri tidak perawan lagi, mungkin hal lain. Apalagi calon istri itu tidak perawan disebabkan oleh dirinya sendiri. Karena dia sudah memetiknya sebelum ada ikatan resmi.
Perawan Masalah Pribadi

Tapi, bagaimana bila calon suami mengetahui calon istri tidak perawan, ketika hendak melangsungkan pernikahan. Sementara kegadisan calon istrinya itu, diambil oleh mantan pacar lamanya. Ayo, apakah calon suami itu menerima begitu saja? Tidak, apapun alasannya. Termasuk alasan 'Cinta'.

Memang ada yang menilai, jika tidak cinta, mengapa kamu menikahinya. Padahal kamu tahu, bahwa calon istri itu dulunya tidak perawan. Ya, benar. Tapi perlu diingat, bahwa lelaki tidak bisa berbuat banyak, jika ia sudah mencintai wanita itu. Apalagi kesibukan lelaki bahkan sangat membuang waktu terlalu banyak. Ia sudah terlalu jauh melakukan pendekatan sesama keluarga, sehingga membuat lelaki tidak banyak pilihan. Akhirnya, dia 'terpaksa' menerima apa adanya. Tapi sebenarnya keputusan yang diambil menjadi beban dirinya saat itu dan di masa akan datang.

Istri tak Perawan, Menjadi Beban Suami

Alasan ini terungkap ketika hasil jajak pendapat diberikan redaksi cekau.com kepada 100 orang pria. Hasilnya mengejutkan, bahwa para lelaki menerima 'tidak perawan' itu lebih dikarenakan 'kasihan' melihat pasangannya menderita. Apalagi soal hubungan intim yang dilakukan calon istrinya dengan mantan pacarnya, selalu terbayang dibenaknya sang calon suami.

Ada dua permasalahan terkait status perawan atau tidak perawan seorang wanita, yang dinilai oleh lelaki. Pertama, tidak perawan disebabkan atau perlakukan perkosaan (dengan pemaksaan), atau kedua, tidak perawan karena perbuatan dirinya sendiri alias dilakukan suka sama suka.

Alasan pertama, tidak perawan karena akibat pemaksaan atau perkosaan, mungkin tidak menjadi permasalahan bagi lelaki, tetapi alasan kedua, tidak perawan karena dilakukan suka sama suka, apalagi dilakukan lebih dari satu kali (hasil penelitian: biasanya dua remaja selalu melakukan lebih dari satu kali), maka inilah yang menjadi beban pikiran seorang lelaki.

Tulisan ini diangkat sebagai referensi para wanita, agar lebih menjaga kehormatan diri. Pasalnya, tidak mudah memberikan sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi, justru diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Masalah perawan (virgin) ini, sebaiknya jangan diperdebatkan, baik dalam diskusi maupun dialog dalam sebuah seminar atau workshop. Jika kita membicarakan perawan, maka inilah harga tertinggi yang dimiliki wanita itu. Maka, kembaliah kita ke dasar, bahwa agama dan hukum adat sudah menetapkan soal perawan seorang gadis, jauh-jauh hari. Perawan ini penting.

Jadi, jika ada wanita (kebanyakan wanita yang sudah menikah), mengatakan bahwa perawan atau tidak perawan itu tidak penting, dan berbagai alasan lain disampaikan kepada media atau para lelaki, maka wajib kita menilai dia adalah wanita yang justru pernah memberikan perawan secara gratis kepada seorang lelaki tanpa melalui pernikahan yang sah melalui proses adat maupun agama dan negara.

Dan, sebaliknya, bila lelaki yang menyebut, perawan atau tidak perawan, hal itu tidak masalah, maka wajib pula kita menilainya bahwa ia adalah lelaki yang pernah 'mencicipi kegadisan secara gratis tanpa melalui ikatan perkawinan yang diizinkan agama, adat dan negara.

Perawan Berpuncak pada Masalah Pribadi bukan Sosial

Nah, sejauh inikah pentingnya perawan itu? Ya, ya dan iya. Jadi tidak ada alasan lagi, kita mendengar ada yang mengatakan perawan bukan masalah pribadi, tetapi masalah sosial. Inilah kata yang 'jahat' dan tentunya menjadi persoalan serius kepribadian seorang wanita. Pasalnya, kata 'sosial' menjadi ujung jawaban yang diberikan kalangan orang atau narasumber, atau pakar ketika ia mampu memutarbalikkan masalah pribadi menjadi masalah sosial.

Perlu diingat, bahwa masalah perawan bukan masalah sosial. Tetapi masalah pribadi yang harus dijunjung tinggi dalam adat, agama dan negara. Jika semua wanita tidak menghiraukan masalah perawan ini, alamat kapal akan tenggelam. Ujung-ujungnya, masalah tidak perawan ini akan menjadi bumerang bagi kalangan suami.

Apalagi, masalah perawan ini terungkap saat malam pertama. Ada lima pendapat yang dirangkum cekau.com, mengapa kata 'perawan' menjadi pertanyaan besar di benak para suami-suami. Nah, apa kata suami?

Jika kalangan suami ribut-ribut soal banyak gadis sekarang tidak perawan lagi, maka ini baru menjadi masalah sosial. Mengapa wanita begitu mudahnya memberikan perawan ini secara gratis? Inilah jawaban redaksi cekau.com, ketika menemui 100 lelaki, yang terdiri dari 50 lelaki yang sudah menikah, dan 50 lelaki, yang belum menikah termasuk kalangan remaja.

Tulisan ini patut dipertimbangkan oleh kaum hawa, jika Anda memang sedang jatuh cinta. Soalnya, kata keperawanan di mata kaum pria, sangat menentukan kejujuran dan kesetiaan sang istri pada suaminya kelak. Bila perawan ini 'hilang', tahukah Anda apa yang dipikirkan para lelaki, khususnya para suami? Sedih. Nah,.

5 alasan pria mengapa kata perawan selalu menghantuinya

1. LOKASI HUBUNGAN INTIM

Para lelaki membayangkan saat berhubungan intim dengan istrinya yang sudah 'bekas' (maaf, red) berdasarkan lokasi ketika berbulan madu. Apakah istrinya dulu pernah melakukan hubungan intim di sebuah hotel, atau hubungan intim di kost kotsan, hubungan intim ketika rumah orangtuanya sepi, atau hubungan intim di tempat rumah saudaranya yang saat itu lagi kosong, hubungan intim di kamar mandi rumah temannya, atau hubungan intim di semak-semak, atau melakukan hubungan suami istri di areal kampus di malam hari atau hubungan intim di sekolah ketika sepi? Intinya, lokasi hubungan intim menjadi beban pikiran sang suami. Alasan ini diungkapkan mencapai 32 persen atau dijawab oleh 82 lelaki yang sudah menikah, dan 18 lelaki belum menikah.

2. GAYA ATAU POSISI HUBUNGAN INTIM

Membayangkan istrinya, apakah pernah melakukan gaya hubungan intim atau posisi hubungan suami istri yang sama, seperti gaya hubungan intim, seperti di film -film 'panas' yang kini mudah di dapat, atau dikenal dengan gaya kama sutra hubungan suami istri, atau cukup melakukan hubungan intim gaya klasik, yakni lelaki di atas dan perempuan berada di bawah. Atau istrinya dulu pernah melakukan gaya yang unik? Nah, inilah beban pikiran ketika suami mendapatkan istri tidak perawan lagi. Rata-rata yang mengungkapkan alasan ini mencapai 27 persen atau dijawab sebanyak 71 lelaki yang sudah menikah, dan 29 lelaki belum menikah.

3. TINGKAT KEPUASAN

Tingkat kepuasan yang diberikan suami kepada istrinya saat hubungan intim dilakukan. Apakah waktu hubungan intim mencapai waktu singkat atau lama. Apakah mantan pacar istrinya, mampu melakukan hubungan intim lebih dari 10 menit, atau kurang dari itu? Atau apakah istrinya pernah mendapatkan klimak (tingkat akhir kepuasan saat berhubungan intim) dengan bekas pacarnya atau tidak. Lalu, bagaimana dengan dirinya, apakah ia mampu memuaskan istrinya dengan hubungan intim selama ini? Alasan ini mencapai 21 persen atau dijawab oleh audien 87 lelaki yang sudah menikah, dan 13 lelaki yang belum menikah.

4. UKURAN ALAT VITAL

Ukuran alat vital ini dimaksudkan redaksi cekau,com adalah alat kelamin lelaki, yang kini menjadi beban pikiran sang suami. Ia memikirkan ini karena dirinya tidak mengetahui berapa besar ukuran yang dimiliki mantan pacar istrinya dulu. Apakah ukuran alat kelamin mantan pacar istrinya itu lebih besar atau sebaliknya lebih kecil darinya. Bahkan ada yang pula lelaki hasil jajak pendapat menyebutkan, warna alat kelamin tersebut. Apakah lebih hitam atau lebih putih. Sementara bentuk dinilai sama. Alasan ini mencapai 12 persen atau dijawab oleh narasumber sebanyak 89 lelaki yang sudah menikah, dan 11 lelaki yang belum menikah.

5. PIKIRAN LAIN-LAIN

Pikiran lain-lain ini, adalah rangkuman dari berbagai alasan yang dikemukakan para lelaki yang sudah menikah dan yang belum menikah. Seperti pikiran, bahwa istrinya pernah melakukan hubungan intim itu lebih dari satu, apakah istrinya dulu pernah meminta hubungan intim terlebih dahulu, apakah istri pernah memberikan hadiah ulang tahun kepada pacarnya dengan memberikan hubungan intim, apakah istri juga pernah meminta gaya hubungan intim yang disukainya. Bahkan, ada pikiran, sang istri pernah meminta hubungan intim lebih dari sekali dalam waktu satu hari (tambah, karena merasa keenakan). Rata-rata yang mengungkapkan alasan ini mencapai 8 persen, yang terdiri dari 16 lelaki yang sudah menikah dan 84 lelaki yang belum menikah.

Alasan ini pula, DR Abdullah Qayyum, praktisi kesehatan Riau menilai, bahwa perempuan harus tahu dan pandai menjaga diri. Pasalnya, hal ini bukan saja masalah pribadi, tetapi juga akan berujung pada masalah sosial. Sehingga, yang ditakutkan, bila pasangannya memiliki penyakit kelamin yang berakibat fatal pada keturunan. "Untuk itu, selain kita menkaji kesehatan secara medis, adat dan agama menjadi filter bagi kaum perempuan dalam menjaga kehormatan tersebut. Paling tidak survei ini memberikan kita petujuk dan pelajaran bagi yang mengerti," kata Qayyum kepada cekau.com, belum lama ini.

Keterangan: Status narasumber, 50 persen lelaki yang sudah menikah dan 50 lelaki yang belum menikah ini, redaksi tidak menanyakan apakah narasumber yang sudah menikah ini pernah melakukan hubungan intim sebelum ikatan yang sah dengan pacarnya. Begitu pula dengan lelaki yang belum menikah, ini apakah pernah melakukan hubungan intim dengan pacarnya atau dengan wanita tuna susila.

Tidak Perawan di Malam Pertama, Apa Kata Suami?

Apa kata suami ketika mengetahui bahwa sang istri tidak perawan lagi. Apalagi ini terungkap saat malam pertama. Ada lima pendapat yang dirangkum cekau.com , mengapa kata 'perawan' menjadi pertanyaan besar di benak para suami (bukan lelaki, ya).

Bila persoalan 'perawan' dapat diketahui oleh suami saat pacaran, mungkin tak menjadi permasalahan di kemudian hari. Sebut saja ketika di masa pacaran, calon suami tahu, bahwa pasangannya (calon istri) adalah mantan istri orang lain (janda). Bisa janda tak beranak, janda beranak satu atau mungkin lebih.

Yang menjadi permasalahan bagi kalangan suami adalah ketidakjujuran calon istri, secara diam-diam, merahasiakan ketidakperawanan ini. Banyak alasan yang disampaikan para wanita mengapa kaum hawa ini masih merahasiakan ketidakperawanan tersebut kepada calon suaminya.

Dari berbagai alasan-alasan yang diungkapkan kalangan wanita kepada cekau.com menyimpulkan bahwa kata 'perawan' tetap menjadi tabu dan rahasia aib bagi seorang wanita terhadap lelaki (bukan suami, red). Sehingga, apapun yang terjadi pada malam pertama, sang istri lebih menyerahkan diri pada situasi atau keadaan saat malam pertama, atau usai berlangsungnya pernikahan.

Jadi apa yang dinikmati kalangan suami ketika mengetahui sang istri tidak perawan lagi? Yang jelas, dari 112 responden berstatus suami mengatakan , bahwa kata 'perawan' tidak menjadi beban psikologis di awal pernikahan.

Tentu ini ada syaratnya, yaitu kejujuran seorang calon istri untuk mengatakan 'sebenarnya' alias bahwa ia tidak perawan lagi. Ini harus diungkapkan sebelum pernikahan berlangsung yang diijabkan oleh kedua calon pengantin.

Responden yang rata-rata menikah lebih dari lima tahun ini, mengungkapkan bahwa kejujuran sang istri di atas segalanya, sehingga akan mengalahkan 'perawan' pada malam pertama. Karena, para suami akan siap menerima bila istrinya benar-benar tidak perawan lagi mesti ada 'sesuatu' yang mengganggunya.

Ada lima pendapat, mengapa para suami benar-benar menjadi 'beban' pikirannya ketika istri tidak menungkapkan sedari awal soal keperawanan itu. Kelima pendapat tersebut para suami menyebut:

1. Perawan menunjukkan bahwa cewek pandai menjaga diri
2. Perawan memberikan tanggungjawab kepada suami
3. Perawan adalah salah satu kejujuran seorang istri
4. Perawan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah cinta
5. Perawan adalah masalah besar

Hasil yang dirangkum armhando yang mengatakan pilihan pertanyaan satu: Perawan menunjukkan bahwa cewek pandai menjaga diri, sebanyak 19,57 persen, pilihan kedua, bahwa perawan memberikan tanggungjawab kepada suami mencapai 22,10 persen. Diteruskan pada pertanyaan ketika perawan adalah salah satu kejujuran seorang istri menjawab 17,01 persen, dan menjawab perawan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah cinta menjawab 15,21 persen, serta terakhir pilihan bahwa perawan adalah masalah besar di kemudian hari mencapai 26,11 persen.

Biasanya, para suami pun tidak menanyakan sebab musabab mengapa istrinya tidak perawan. Para suami akan mengerti. Tentunya, pengertian itulah, ada baiknya para wanita harus menjawabnya sebelum ada pertanyaan lanjutan. Tapi, sang istri tidak boleh mengungkapkan kata 'kejujuran' yang sebenarnya.

Artinya, ungkapkan sesuatu yang sedikit 'berbohong' bahwa tak perawan disebabkan bukan karena sesorang atau mantan pacar yang menggauli, tetapi lebih dikarenakan karena di masa kecil jatuh. Bisa saja menyebut karena jatuh dari sepeda, atau jatuh dari pohon, honda, mobil, dan seribu alasan yang bisa disampaikan demi kebaikan, ikrar cinta berdua.

Nah, kaum hawa, cobalah mengerti, bahwa keperawanan adalah hal penting yang acap diingat para suami hingga akhir hayatnya. Kita tidak mengajari untuk berbohong dengan sejuta alasan atas asal mula tak perawan lagi.

Yang perlu diingat: jika Anda begitu mudah memberikan keperawanan pada orang lain, yang Anda anggap mencintai Anda, bagaimana nanti ketika Anda sudah bersuami, dan anda nilai ada juga orang lain yang mencintai Anda, apakah Anda akan selingkuh? Dan, memberikan keperawanan (mesti tidak lagi, red) kepada orang itu? Waduh, cobalah pikirkan bagaimana nasib sang suami kelak.

Setidaknya, tulisan ini, mencoba mengangkat keluh-kesah soal pengakuan sang suami yang ketahuan bahwa istrinya tidak perawan lagi, di malam pertama.*


Mengapa Cewek Rahasiakan 'Status' tak Perawan kepada Calon Suami
Benar apa kata pepatah orangtua-tua dahulu: Kalau sudah dimabuk cinta, tahi kambing rasa coklat. Begitu kira-kira kiasan yang disampaikan penuh makna dan kiasan yang jelas. Tapi, apa benar ketika kaum hawa jatuh cinta akan memberikan semua yang dimilikinya (termasuk perawan), mesti itu akan berujung aib diri bahkan aib di mata calon suami, kelak?

Bagi kaum hawa, tulisan ini patut dipertimbangkan, jika Anda memang sedang jatuh cinta. Soalnya, soal keperawanan di mata kaum pria, sangat menentukan kejujuran dan kesetiaan sang istri pada suaminya kelak. Bila perawan ini 'hilang', tahukah Anda apa yang dipikirkan para lelaki, khususnya para suami?
Memang, saat pacaran, kadang cowok lebih mendominasi untuk memulai segala sesuatu yang mengarah pada hubungan intim. Inilah kodrat pria yang meminta sesuatu agar lebih, mesti sudah diberi dengan etika kewajaran dalam pacaran (seperti kiss, sentuhan pada tubuh jemari atau paras). Namun uniknya, pria akan minta nambah lagi, yang berawal dari sentuhan alat vital, yang jelas-jelas dilarang agama dan adat budaya.

Waduh, harga diri wanita memang terletak pada keperawanan ini. Demikian hasil jajak pendapat cekau.com kepada 112 suami, yang sudah menikah lima tahun. Rekomendasi ini menunjukkan, bahwa ternyata wanita (yang masih perawan) akhirnya lebih memilih hubungan intim ini lantaran kuatnya magnet cinta itu.

Apakah Anda mau dikatakan tidak beradat atau tidak beragama? Apakah lingkungan yang mempengaruhi? Yang jelas, terlepas dari lingkungan, sebaiknya fokuskan pada diri Anda sendiri. Artinya, cinta memang buta, tapi hati harus peka. Anda bisa memilah dan memilih, dengan pertimbangan yang matang untuk menengok masa depan ketika Anda memulai hidup berkeluarga di awal malam pertama pernikahan.

Tapi, mengapa wanita begitu mudah memberikan perawan kepada kaum lelaki? Padahal, belum tentu yang diberikan itu akan menjadi suaminya kelak. Nah, pertanyaan ini memberikan jawaban kepada cekau.com ketika menemui 100 audien lelaki, bahwa ada lima jawaban membuat lelaki selalu dibayang-bayangi bahwa istrinya tidak perawan saat berhubungan intim. Dan, ini harus diingatkan oleh para wanita.

Tapi, mengapa cewek 'tak perawan' lagi justru tetap merahasiakan status ini kepada calon suami? Dari 115 responden yang berstatus tak perawan, mengatakan kepada themiddlepapers.blogspot.com bahwa kata 'perawan' diakui kaum hawa menjadi momok di benak para lelaki. Alasan itu pula sehingga banyak wanita merahasiakan soal status keperawanan ini kepada calon suami yang benar-benar akan menjadi pilihannya hingga akhir hayat.
Tiga alasan wanita ketika tetap merahasiakan status 'ketidakperawanan' kepada calon suami. Berikut kutipannya:

1. Takut Ditinggal
Alasan takut ini bukan dibuat-buat. Karena para wanita ini justru tidak berani menyampaikan hal yang sebenarnya, dengan alasan takut ditinggal calon suami yang benar-benar, ingin membawanya ke pelaminan. Tanggapan ini hampir seratus persen dijawab kaum hawa. Jika ketahuan ternyata tidak perawan lagi di malam pertama, paling-paling mengambil jurus berbohong yaitu, pasrah dengan berbagai syarat.

2. Pasrah dengan Syarat
Ada kata pasrah ini juga diungkapkan para wanita kepada calon suaminya. Tapi ada syarat yang diinginkannya, yakni, pasrah akan menyampaikan soal ketidakperawanan dengan mengatakan yang tidak sebenarnya. Artinya, dengan berbohong. Yaitu alasan tidak perawan lagi bukan karena disebabkan digauli pacar. Tetapi lebih menekankan pada kasus, seperti jatuh dari kendaraan, pohon, atau kursi. Bahkan lebih ekstrem, yaitu kena diperkosa oleh orang lain yang tak dikenal.

3. Pasrah Total
Kata pasrah secara maksimal, akan disampaikan karena para wanita melihat peluang atas keyakinan untuk menikah dengan pria pilihannya ini mencapai lima puluh persen lebih. Artinya, waktu menuju pelaminan sudah dekat (selama tiga bulan sudah ada niat baik dari pihak keluarga laki-laki mendatangi rumah pihak perempuan). Kalau pun terjadi sesuatu (yang terburuk bubaran, tak jadi menikah), ia tetap yakin bahwa calon suami tetap memilihnya.*
Nah, inilah informasi yang bisa diberikan. Semoga bermanfaat untuk Anda, saudara atau teman, bahkan untuk anak Anda di masa akan datang..

SEMOGA ARTIKEL INI BISA MEMBERI PERTIMBANGAN BAGI KAUM HAWA TENTANG PENTING NYA SEBUAH KEPERAWANAN

0 Response to "Kisah Cinta Terlarang Istri Tak Perawan (Wajib Baca)"