7 Mitos dan Fakta Seputar Masturbasi


Disaat gairah seksual memuncak biasanya para lajang baik pria atau wanita maupun pasangan yang sedang tidak bersama dengan pasangannya akan melakukan Masturbasi untuk melepaskan gairah seksual tersebut. Banyak yang sudah melakukannya dengan tetap was-was karena sejumlah mitos menghantui mereka. Dikutip dari situs psychologytoday, ada tujuh mitos dan fakta tentang masturbasi. Berikut ini uraiannya.

1. Sebanyak 98 persen orang melakukan masturbasi dan sisanya, 2 persen, hanya berbohong.
Faktanya: masturbasi adalah hal yang lumrah tapi tidak universal seperti yang banyak mitos sebutkan. Di Amerika Serikat, sekitar 94 persen lelaki dan 85 persen perempuan pernah masturbasi. 

2. Masturbasi bisa merusak alat kelamin.
Faktanya: Pria yang memegang penis dan wanita yang menggaruk klitoris atau menggunakan vibrator tidak mungkin merusak alat kelamin. Tujuan biologis dari kehidupan adalah reproduksi. Sehingga alat kelamin sudah berevolusi menjadi lebih tangguh. Risiko terbesar adalah peradangan ketika Anda melakukannya dalam waktu yang lebih lama. 

3. Masturbasi menyebabkan masalah gangguan mental.
Faktanya: Masturbasi menyebabkan satu masalah: rasa bersalah. Biasanya terjadi pada anak muda atau remaja yang banyak mendengar bahwa itu adalah perbuatan menyimpang, tidak wajar dan perbuatan dosa yang bisa mengantar pelakunya ke neraka. Yang pasti, masturbasi adalah normal, sehat dan tidak membuat gangguan fisik atau gangguan mental. Hanya saja, seperti halnya makan atau kegiatan lainnya, jika berlebihan tentu akan berdampak buruk. Jika memang Anda punya masalah untuk mengendalikan frekuensi masturbasi, ada baiknya mengunjungi terapi sex.


4. Masturbasi meningkatkan gairah seksual.
Faktanya: Dari lahir, setiap manusia tidak ditentukan berapa kali ia bisa mencapai orgasme. Tapi ketika Anda mendapatkannya, ya itulah momen terbaik. Tak ada batasan jumlah orgasme berdasarkan pengalaman seksual yang pernah dia lakukan. Jadi masturbasi tidak dapat digunakan untuk meningkatkan terjadinya orgasme. Masturbasi juga tidak meningkatkan jumlah sperma atau semen. Dalam lelaki yang sehat, testikel selalu memproduksi sperma dan kelenjar prostat selalu membuat cairan semen.

5. Vibrator merusak keinginan perempuan untuk melakukan hubungan seks.
Faktanya: Apakah menyetir bisa menganggu kemampuan Anda untuk berjalan? Tidak tentunya. Begitu pula yang terjadi pada hubungan sex dengan atau tanpa vibrator. 

6. Perempuan bisa kecanduan vibrator.
Faktanya: Penggunaan dalam waktu lama membuat perempuan merasakan kenikmatan vibrator baik digunakan solo atau dengan pasangan seksualnya. Ini adalah pilihan pribadi, bukan kecanduan. 

7. Jika Anda dalam hubungan berkomitmen, maka masturbasi adalah kesalahan.
Faktanya: masturbasi adalah keinginan seksual yang alamiah. Ini adalah cara pertama anak-anak belajar kenikmatan fisik. Tapi ketika dewasa, orang berpikir bahwa melakukan hal ini adalah memalukan. Ketika mereka berada dalam hubungan yang mengikat, maka menjadi memalukan untuk melanjutkan masturbasi seperti masa lajang. Padahal masturbasi dan memiliki pasangan seksual adalah sama-sama perilaku penyaluran hasrat, tapi dua pengalaman yang berbeda.

Memang dalam hubungan yang mengikat, perlu ada pertimbangan pasangan. Lelaki menilai masturbasi itu menyenangkan dan membuat santai. Adapun perempuan menganggap bahwa itu kegagalan mereka memuaskan pasangan. 

Memang ada kemungkinan bahwa masturbasi yang terlalu sering bisa mengurangi keinginan berhubungan seksual. Sehingga pasangan yang berkomitmen sebaiknya berusaha saling memenuhi keinginan pasangan sehingga mereka bisa hidup lebih nyaman.

0 Response to "7 Mitos dan Fakta Seputar Masturbasi"